gambar

Rabu, 02 Oktober 2013

PENDIDIKAN SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG


PENDIDIKAN SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG

Profesor Toshiko Kinosita Mengamukakan Bahwa Sumber Daya Manusia Indonesia Masih Sangat Lemah Untuk Mendukung Perkembangan Industri Dan Ekonomi. Penyebabnya Karena Pemerintah Selama Ini Tidak Pernah Menempatkan Pendidikan Sebagai Prioritas Terpenting. Tidak Ditempatkannya Pendidikan Sebagai Prioritas Terpenting Karena Masyarakat Indonesia, Mulai Dari yang awam Hingga politisi Dan Pejabat Pemerintah, Hanya Berorientasi Mengajar Uang Untuk Memperkaya Diri Sendiri Dan Tidak PernahBerfikir Panjang.
PENDAPAT GURU BESAR UNIVERSITAS WASEDA JEPANG TERSEBUT SANGAT MENARIK UNTUK DIKAJI MENGINGAT SAAT PEMERINTAH INDONESIA MULAI MELIRIK PENDIDIKAN SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG, SETELAH SELAMA INI PENDIDIKAN PERBAIKAN. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Setidaknya terdapat alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Alasannya adalah, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan         sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu       dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual       hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomi merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonimi. MISALNYA PENDIDIKAN DARAT MEMBANTU SISWA UNTUK MENDAPATKAN PENGETAHUAN DAM KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN UNTUK HIDUP       DAN BERKOMPETISI DALAM EKONOMI YANG KOMPETITIF.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar