gambar

Selasa, 12 November 2013

“Anemia Pernisiosa dan Pengobatannya”



“Anemia Pernisiosa dan Pengobatannya”

Anemia Pernisiosa adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan vitamin B12. Pada anemia ini,
            sel darah merah yang diproduksi, lebih besar dari biasanya. Akibatnya, sel darah tersebut
            sulit untuk keluar dari di sum-sum tulang belakang.

             Vitamin B12 merupakan salah satu anggota kelompok vitamin B. Vitamin ini banyak ditemukan pada daging,ikan,telur,susu, dan produk susu lainnya.

Kekurangan vitamin ini dapat terjadi akibat :

Ø  Kurang asupan vitamin B12 dari makanan, misalnya pada penganut vegetarian, orang tua, atau pecandu alkohol.
Ø  Kurangnya intrinsik faktor, yaitu protein yang membantu penyerapan vitamin B12 di lambung. Faktor ini merupakan penyebab tersering anemia pernisiosa.
Ø  Gangguan di usus seperti penyakit crohn, dan inferksi usus.

Prinsip pengobatan anemia pernisiosa adalah untuk mencukupi kebutuhan vitamin B12 yang kurang dalam tubuh.

Sedangkan tujuan pengobatan adalah :

O  Untuk menyembuhkan anemia melalui pemberian vitamin B12.
O  Untuk mencegah timbulnya komplikasi, seperti kerusakan jantung/saraf.
O  Mengobati penyakit dasarnya jika anemia pernisiosa disebabkan oleh penyakit tertentu.

Setelah pemberian suntikan atau tablet vitamin B12, gejala akan membaik dalam beberapa hari.

Suntikan pada awalnya dapat diberikan setiap hari atau setiap minggu, kemudian sekali sebulan. Suntikan dapat juga dikombinasikan dengan tablet.
Jika anemia pernisiosa disebabkan oleh inferksi usus, biasanya penderita akan diberi antibiotic. Jika ada gangguan di usus halus, mungkin dibutuhkan pembedahan. Tetapi, jika anemianya terjadi akibat kurang makan makanan bervitamin B12, maka pola makan harus diperbaiki

Antioksidan dan Radikal Bebas



Antioksidan dan Radikal Bebas

a

ntioksidan adalah senyawa yang mencegah proses oksidasi oleh radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul bermuatan positif atau negatif. Dimana sifat dari atom atau  molekul yang bermuatan tadi sangat reaktif dan tidak stabil, karena akan berusaha menetralisir dirinya dengan cara menarik elektron dari molekul atau atom yang ada didekatnya sehingga jadi reaksi berantai.  

Sifat dari radikal bebas tadi akan merusak sel-sel bahkan ke inti sel yang bisa                         mengakibatkan terjadinya mutasi gen sehingga menyebabkan timbulnya kanker.

Antioksidan Dapat Berupa : Vitamin, Mineral Atau Enzim

Sumber Radikal Bebas :

1.Metabolisme tubuh kita sendiri
2.Pencemaran udara
3.Bahan kimia dari makanan dan air
4.Alkohol
5.Rokok
6. ultra violet
7.Obat-obatan
8.Stress

Kerusakan akibat radikal bebas :

1.Penuaan yang cepat
2.Penyakit Jantung
3.Sistem kekebalan tubuh menurun
4.Katarak
5.Rematik
6.Kanker
7.Kencing manis / Diabetes

Visi Indonesia Sehat 2010



Visi Indonesia Sehat 2010

Visi Indonesia sehat 2010 yang telah dirumuskan oleh Dep.Kes (1999) menyatakan bahwa gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjaga dalam pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Pengertian sehat meliputi kesehatan jasmani, rohani, serta sosial dan bukan hanya keadaan bebas penyakit, cacat dan kelemahan. Masyarakat Indonesia yang dicita citakan adalah masyarakat Indonesia yang mempunyai kesadaran, kemauan dan kemampuan untukj hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagai salah satu unsur dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.

Visi tersebut telah tiga tahun yang lalu berhasil dirumuskan oleh Departemen Kesehatan RI yangt mestinya telah dijabarkan ke dalam program kerja yang lebih bersifat operasional untuk mencapai visi itu.Beberapa tahun lagi kita akan mencapai tahun 2010, dan saat itu kita tentu akan menyaksikan bersama apakah gambaran tersebut akan menjadi kenyataan?. Namun yang perlu kita renungkan visi Indonesia sehat 2010 sebenarnjya visi siapa? Bila itu merupakan visi Departemen Kesehatan RI saja atau yang dirumuskan hanya oleh beberapa pejabat saja sedangkan dalam cita citanya adalah masyarakat Indonesia yang mempunyai kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana masyarakat Indonesia ikut merasa memiliki terhadap visi itu karena ia ditempatkan sebagai subyek yang harus berubah. Namun jika itu adalah perwujudan dari visi bangsa Indonesia, pertanyaannya adalah sejauh mana keterlibatan masyarakat/bangsa Indonesia ini terlibat dalam merumuskan visi itu itu sehingga mereka juga punya komitmen untuk merealisasikan visi tersebut.  Bila kita lupakan saja itu visi siapa yang merupakan resultanste upaya bersama, maka yang harus kita upayakan adalah bagaimana Indonesia sehat, itu menjadi milik dan bagian dalam kehidupan bangsa Indonesia. Tanpa masyarakat dan sektor lain merasakan itu, maka komitmennya untuk ikut mewujudkan visi tersebut juga akan lemah, karena untuk mewujudkan visi dibutuhkan komitmen semua pihak (stakeholder).

Akhirnya kita sebagai bangsa Indonesia perlulah merenung sejenak untuk membayangkan dapatkan visi mulia “Indonesia Sehat 2010” itu akan terwujud. Tentunya kita tidak berharap bahwa pada saatnya nati visi itu akan menjadi sekedar jargon yang terlewatkan dan terlupakan begitu saja. Sementara dunia telah metapkan status kesehatan masyarakat menjaga salah satu komponen Human Development Index (HDI) yaitu indikator kemajuan kualitas SDM suatu bangsa.